1

Photo Story Handbook : Panduan Membuat Foto Cerita - Taufan Wijaya

Tanggal rilis: 07 August 2016. “Bisa dikatakan semua kemampuan seorang fotografer terlihat pada sebuah karya esai foto: bagaimana dia berpikir, b … Read more
Common price: 55 000,00 IDR Our price: 55 000,00 IDR each
4 items in stock
+
  • Description

Tanggal rilis: 07 August 2016.

“Bisa dikatakan semua kemampuan seorang fotografer terlihat pada sebuah karya esai foto: bagaimana dia berpikir, bagaimana dia memutuskan pemotretan, bagaimana dia berinteraksi dengan yang dipotretnya, dan sebagainya. Tetapi sayangnya tidak banyak buku panduan tentang esai foto pernah ditulis, apalagi di Indonesia. Menurut saya, buku Photo Story Handbook karya rekan saya Taufan Wijaya ini layak dimiliki siapa pun yang ingin meningkatkan kemampuan dalam fotografi .” – Arbain Rambey, Fotografer Senior KOMPAS   

 

“Dulu satu gambar bisa berarti seribu kata, kini dengan kemajuan teknologi informasi, satu peristiwa bisa disajikan dalam banyak gambar. Tapi bagaimana gambar itu bisa dipahami sebagai satu bahasa yang dipahami secara universal, buku ini menjawabnya.”

– Mosista Pambudi, Kepala Sekolah Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA)

 

“Sungguh melegakan, akhirnya ada buku berbahasa Indonesia tentang photo story: tutur kalimatnya ringan disertai contoh-contoh, mudah dipahami. Inilah pintu masuk bagi yang berkehendak mengenal dan mendalami photo story.” – Ahmad ‘deNy’ Salman, Mentor/Tutor Kelas Photo Story

 

“Untuk membuat photo story cukup sulit karena literatur untuk mempelajarinya tidak begitu banyak, bahkan di Indonesia boleh dikatakan belum ada. Taufan Wijaya menjawab semua ini. Banyak persoalan yang perlu didokumentasikan melalui pendekatan photo story, dan alangkah baiknya kalau itu tidak hanya dilakukan oleh para profesional saja.” – Romi Perbawa, Fotografer

 

“Panduan jenius untuk memulai atau memperdalam photo story. Materi dipaparkan secara terstruktur dan sangat aplikatif. Bagi yang kesulitan menuturkan cerita dalam bentuk visualnya, this book is a must-read.” – Nia Yaumil Fajar,Mahasiswa Jurusan Fotografi , ISI Yogyakarta